SATU TAHUN DI LABSKY
SMA Labschool Kebayoran adalah sekolah saya saat ini. Bertempat di KH. Ahmad Dahlan no.14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Saya memulai hari-hari belajar saya di SMA Labsky sejak Juli 2008. Sekarang saya duduk di kelas XI IPA 2. Satu tahun kebelakang merupakan pengalaman yang berwarna bagi hidup saya. Bersama teman-teman banyak sekali kegiatan yang kami lakukan bersama. Awal masuk sekolah, kami sudah disuguhi dengan program pengenalan sekolah yang biasa disebut "MOS". Kakak OSIS Taranggana Maha Prawira yang dahulu membimbing mos kami, angkatan 8. Tugas membuat nametag pun diberikan kepada kami. Nametag waktu itu saya anggap sulit, karena itu adalah pertama kalinya saya membuat nametag dengan kreatifitas seni yang tinggi. Di dalam nametag, kami harus menempel foto dengan pose seperti ini:
Pengalaman yang cukup lucu pada saat itu, karena sewaktu saya pergi ke studio foto untuk berfoto dengan gaya seperti itu saya ditertawai oleh pengunjung dan fotografernya. Keesokan harinya kelompok saya dan kelompok-kelompok MOS lainnya memutuskan untuk membuat nametag bersama-sama di plaza sekolah. Pengerjaan nametag bersama-sama dan pembagian tugas membuat kami, para siswa dapat semakin kompak dan mengenal satu sama lain.
MOS terlewati, banyak hal yang masih harus saya hadapi ke depan. Setelah MOS, saya menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Saya duduk di kelas X-C dengan wali kelas Bapak Asep Sarmaji yang merupakan guru mata pelajaran Fisika. Teman teman saya di kelas sangatlah menyenangkan. Memang, kebanyakan teman-teman saya alumni SMP Labsky yang notabennya sudah mengenal tradisi dan budaya Labschool. Tentang budaya Labschool yang sebelumnya belum saya kenal, namun perlahan saya belajar sedikit demi sedikit sampai akhirnya sudah cukup mengenalnya. SMA Labschool Kebayoran menurut saya merupakan sekolah yang memiliki budaya yang sangat kuat. Kekompakan dan nilai-nilai kebersamaan selalu ditanamkan di setiap kegiatannya, sehingga kami para siswa merasakan hal itu dan ingin bersama-sama membangun kekuatan itu.
Pada tanggal 17 Agustus 2008, bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia murid-murid SMA Labschool Kebayoran selalu mengadakan pergantian dan pelantikan pengurus OSIS dan MPK. Kebetulan pada saat itu saya terpilih menjadi salah satu perwakilan kelas yang tergabung dalam MPK (Majelis Perwakilan Kelas) masa jabatan 2008-2009. Para pengurus OSIS yang akan menyerahkan jabatannya dan Calon Pengurus OSIS yang akan dilantik, juga pengurus MPK dan Calon Pengurus MPK harus melewati tes terakhir yaitu Lari Lintas Juang. Lari Lintas Juang atau yang biasa disebut LALINJU, merupakan kegiatan rutin sebelum pelantikan pengurus baru pada tanggal 17 Agustus. Kami berangkat dari sekolah menuju tempat start lari yaitu Taman Makam Pahlawan, Kalibata menggunakan bus. Sesampainya di sana kami berkumpul bersama teman-teman dari Labschool Rawamangun dan Cinere. Lari dimulai dari TMP Kalibata sampai SMA Labschool Kebayoran. Rute tersebut menempuh jarak 17 km. Saya merupakan orang yang dahulunya tidak kuat berlari, namun karena kami dilatih terus menerus maka perlahan saya kuat untuk menempuh jarak yang jauh. Sungguh merupakan pengaruh yang cukup besar.
Lari dimulai dari pukul 5 pagi, hinggga kira-kira kami tiba di sekolah pukul 8. Lelah rasanya, namun karena kami senang menjalaninya dan sesuatu yang besar menunggu kami di sekolah, membuat kami terus semangat menempuh jarak 17 km dalam LALINJU.
Sesampainya di sekolah, saya dan teman-teman juga kakak-kakak CAMPK menuju ke lapangan untuk serah terima jabatan. Pada waktu itu saya mendapatkan jabatan sebagai anggota Komisi Publikasi dan Dokumentasi. MPK kami diberi nama Prajadhyasta Atmaraksaka.
Di SMA Labschool Kebayoran memiliki banyak kegiatan pelatihan selama kelas X. Selanjutnya yang saya dan teman-teman ikuti adalah kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan. Pada tahun ini kami dilatih oleh para mentor dari Daarut Tauhid Bandung. Kami menginap selama tiga hari di sekolah untuk diberikan pelatihan. Banyak materi mengenai agama kami dapatkan. Namun, yang menarik pada pesantren ini adalah kegiatan muhasabah. Kegiatan muhasabah kali ini sangatlah unik, karena para mentor memberikan kami nisan yang bertuliskan nama kami. Hal ini ditujukan untuk mengingatkan kami kepada kematian. Namun sebenarnya rasa seram yang saya rasakan.
Acara selanjutnya yang kami laksanakan adalah Trip Observasi. Trip Observasi atau yang biasa disingkat TO, merupakan acara wajib bagi siswa SMA Labschool Kebayoran yang mempunyai tujuan untuk memperkenalkan kehidupan desa. Mungkin karena kebanyakan dari siswa siswi SMA Labsky merupakan anak-anak yang semenjak kecil hidup di kota dan belum pernah merasakan bagaimana gaya hidup di desa, sehingga diadakannya acara ini. Sebelum kami mengikuti TO, sebelumnya kami dilatih dalam PRA TO oleh kakak-kakak OSIS.
Wednesday, August 26, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment